Wahai lelakiku
Jangan kau tumpangi aku dengan amarahmu
Sebab amarah hanya memperlambat waktu berjalan
Menuju tempat yang nyaman
Wahai lelakiku
Jangan kau anggap aku air dalam tempayan
Yang setiap saat dapat membunuh dahagamu
Mengusap tubuhmu yang lekat karna keringat
Sebab air hanya dapat kau temukan
Bila sungaimu tak lagi dangkal
Begitu kehidupan
Lelaki dan perempuan
Seperti siang pasti ada malam
Dan kau, lelakiku
Tetap tak memahami misteriku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
5 komentar:
LEN, 1 SATU KATA TOK YG MW Q TLIS
APIK!!!!
dah bagus len puisina
lanjutin lg y...
yupzz...
bgusangedz...ug...
wkwkwkwk
hayo ya...
puisina bwat cpa...
nggo co'e mesti
wah...
A
P
I
K
Posting Komentar